12.19.2009

Siapa yang bisa kuharapkan?

12.19.2009
Dahulu, 1 tahun yang lalu tidak ada satu rasa pun tentang ketakutan untuk sendirian. Akan ada satu orang yang menjadi pengharapanku. Aku tau dia sayang padaku. Aku tau dia akan ada saat aku membutuhkan dia. Aku juga tau, dia akan ada bersamaku di saat-saat yang penting seperti natal atau tahun baru. Kita akan melewatinya bersama-sama.
Begitu pula aku. Aku sayang padanya. Aku ingin melewatkan setiap waktu bersama dia tanpa terlewatkan satu detik pun. Saat keluarga ku meninggalkan aku sendirian pun, aku tidak kawatir karena aku tau dia pasti ada dan dia pasti memberikan waktunya untuk aku.

Tapi saat ini, tidak ada satu orang pun yang dapat aku harapkan... Tidak ada satu orang pun yang mempunyai kewajiban menemani ku. Teman-temanku? Mereka mempunyai kesibukannya sendiri, dan aku tidak berhak memaksa mereka untuk menemaniku kecuali itu berasal dari hatinya. Aku tidak berhak menuntut apapun dari setiap teman-temanku. Hanya mereka yang berhak menentukan apa yang ingin mereka lakukan. Rasa sepi itu lah yang aku takutkan.

Aku mengharapkannya datang kembali. Tapi aku tau itu tidak mungkin. Tahun ini jadi tahun yang jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Aku harap waktu cepat berlalu dan tidak perlu ada liburan natal ataupun tahun baru. Aku hanya ingin tahun 2010 cepat datang dan aku tidak takut kesepian lagi. Liburan seperti ini tidak akan membuat aku nyaman ataupun bisa membuat aku istirahat.

1 comments:

Starlight said...

There's only one person - the center of all hope, love, and joy. You can always count on Him, Jesus. Never count on human, they can fail... but Jesus will never ever fail you! Please remember that, sis!

Post a Comment