11.09.2009

Respon

11.09.2009
Beberapa hari yang lalu, saya membaca renungan tentang apa yang membuat seseorang bertengkar. Sadarkah kita kalau seringkali yang membuat orang bertengkar adalah bagaimana kita merespon. Tidak peduli apa perkataan sebelumnya benar atau salah tetapi yang membuat bertengkar adalah bagaimana kita merespon.

Saat kita memberikan respon yang baik, maka pertengkaran itu tidak akan terjadi. Menahan emosi bukan pekerjaan yang mudah... Apalagi pada saat kita berada pada mood yang tidak tepat rasanya emosi itu lebih cepat keluar dan tidak bisa ditahan. Tapi apabila kita bisa mengontrol emosi, maka kita akan mampu memberikan respon yang jauh lebih baik dan tidak mengundang pertengkaran. Bahkan Alkitab pun, meminta kita untuk memberikan respon yang baik terhadap hal apapun yang kita alami dalam hidup.

"Kalau kami dimaki, kami memberkati, kalau kami dianiaya, kami sabar" ( 1 Korintus 4:12b)

Sampai saat ini, saya masih berusaha menjadi orang yang mampu mengontrol emosi. Kenapa? Karena bagi saya orang yang mampu mengontrol emosi, adalah orang yang dewasa. Saat saya mulai memutuskan untuk belajar mengatur emosi saya, justru banyak hal yang membuat saya emosi. Untung ada sahabat saya Starlight yang selalu mengatakan "ambil nafas panjang dan hembuskan" pada saat saya menjadi sangat emosi. Hal ini berguna sekali untuk menenangkan diri.... Thx sarannya dan ini benar-benar membantu saya jauh lebih tenang dari sebelumnya.

Biarkan diri kita mampu mengendalikan emosi dan baru memberikan respon yang tepat. Akan ada banyak keuntungan saat kita memberikan respon yang positif kepada siapapun. Karena itu, mari kita merespon segalanya dengan pikiran yang jernih dan hati yang bersih...

Selain ayat di atas, saya juga menemukan beberapa ayat yang mendukung bagaimana seharusnya kita merespon....

Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah. (Amsal 15:1)

Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah (Yakobus 1:19)

Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. (Mazmur 37:8)

Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak. (Amsal 20:3)

Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.(Amsal 15:18)

0 comments:

Post a Comment