Menjadi seorang dosen bagi saya adalah satu kesempatan yang diberikan Tuhan untuk memberikan apa yang sudah saya dapat. Saya begitu menghormati dosen-dosen saya yang telah membuat saya menjadi seperti ini. Tanpa Mereka saya akan jauh dari harapan semua orang.
Meskipun saat ini kita sama-sama menjadi dosen, tetapi rasa hormat saya kepada mereka tidak pernah berkurang, saya banyak belajar mengenai segala hal. Baik hal formal (mata kuliah), maupun pelajaran hidup. Karena itulah saya ingin menjadi seorang dosen yang baik pula bagi mahasiswa-mahasiswa saya.
Sebelum saya memulai mengajar, saya pernah mencari artikel untuk menjadi dosen yang baik. Dalam artikel tersebut, saya menemukan ada 10 Hal yang harus dilakukan untuk menjadi dosen yang baik, antara lain :
1. Menyampaikan informasi dasar
- Menjelaskan fakta dan eksperimen dengan jelas dan akurat
- Tidak menyebutkan serangkaian fakta tanpa tujuan yang jelas
- Mengaitkan hal-hal yang diterangkan rinci dengan poin yang ingin disampaikan
- Menyeimbangkan antara contoh spesifik dan prinsip-prinsip umum
- Sebelum menyajikan suatu topik, ia memberikan pengantar tentang topik yang akan dibahas.
- Ketika menjelaskan topik, ia mengaitkan potongan-potongan informasi yang diberikan pada hal-hal yang telah disebutkan sebelumnya dan yang akan disebutkan kemudian..
- Sesudah menjelaskan topik tersebut, ia memberikan ringkasan tentang topik yang telah dibahas.
5. Menggunakan alat Bantu visual yang tepat (papan tulis, overhead projector, slide, komputer, benda model, dsb.) untuk:
- Menunjukkan poin-poin yang penting;
- Menunjukkan diagram (atau video, model, dsb.) untuk menggambarkan poin-poin yang perlu digambarkan.
- Misalnya, menggunakan alat bantu visual yang cukup besar, tampak jelas, menggunakan warna bilamana perlu, membagikan handout tentang diagram yang rumit, menggambarkan langkah-langkah dalam suatu proses satu demi satu, bukan terus menerus mengubah satu gambar saja.
- Berusaha mengetahui apa yang sebenarnya ingin diketahui oleh penanya.
- Menjawab pertanyaan tersebut secara langsung (to the point)
- Tidak menyimpang dari persoalan.
- Menunda pertanyaan-pertanyaan yang tidak tepat.
- Tidak memandang rendah mahasiswa.
- Memastikan bahwa seluruh mahasiswa di kelas itu mendengar baik pertanyaannya maupun jawabannya.
- Menjelaskan istilah-istilah baru.
- Tidak menggunakan istilah-istilah teknis kalau memang tidak perlu.
- Tidak menggunakan jargon-jargon lab bila tidak tepat.
- Membuat variasi dalam memberikan kuliah dengan cara menjawab pertanyaan, mengubah nada suara, dsb.
- Menceriterakan lelucon atau anekdot yang relevan.
- Menunjukkan bagaimana materi teknis dalam kuliah itu terkait dengan beberapa topik yang menjadi perhatian masyarakat saat itu.
- Berbicara kepada seluruh mahasiswa—tidak hanya membaca catatan kuliah yang telah disiapkan sebelumnya.
- Tampak tertarik pada materi yang sedang ia jelaskan, bukan bosan.
- Materi kuliah tidak terlalu sederhana atau terlalu sulit.
- Kecepatan menyajikan fakta dan gagasan cukup dapat diterima.
http://www.columbia.edu/cu/biology/faculty/mowshowitz/howto_guide/lecturer.html
Tetapi setelah saya diberi kesempatan mengajar oleh almamater saya, ada beberapa hal lagi yang penting yang harus dilakukan oleh seorang dosen, yaitu
1. Mengetahui kebutuhan mahasiswa dan mampu menempatkan diri sebagai mahasiswa (pernah mendengar cerita tentang 8*3 = 23?)
2. Berani mengakui kesalahan
3. Mengerti dengan benar materi yang diajarkan
Semoga artikel ini berguna, terutama bagi semua dosen di Indonesia, sehingga mutu pendidikan di Indonesia dapat meningkat. Harapan saya, kita sama-sama membangun negeri ini dimulai dari pendidikan dengan tidak menjadi dosen yang asal-asalan.
Menjadi "DOSEN YANG BAIK" pasti menjadi impian semua dosen. Hal ini juga yang menjadi impian terdalam saya. Terima kasih kepada almamater saya yang sudah memberikan kesempatan mengajar. Semoga saya dapat terus membantu dan memberikan yang terbaik untuk almamater saya tercinta.
Read More......

